.seed.
- to build, we must destroy -
saya agak lupa siapa yang pertama kali menyatakan kalimat di atas. saya juga lupa apa pernyataan itu saya dengar di film, saya baca di buku, saya lihat sepintas lalu di poster, atau saya karang karang sendiri.
pesannya cukup jelas dan saya pun melakukannya. bukan karena pernyataan itu dikeluarkan oleh seseorang yang terkenal lalu saya jadi ingin mengikuti. tapi tanpa sadar, ternyata saya pun melakukannya. ketika (hampir) sampai di tengah perjalanan, banyak yang saya ‘hancurkan’ untuk dapat membangun.
untuk itulah elia tinggal di akbar atau sarfat setelah ia lari dari ancaman pembunuhan oleh izebel di israel. dia tinggal dan membangun akbar setelah kota tersebut dihancurkan oleh tentara asyur. setelah ia berhasil mengatasi kekecewaan dan pergulatannya dengan tuhannya, barulah tuhan mengizinkan ia kembali ke israel untuk meneruskan misinya menggulingkan izebel, si pemuja berhala.
- the fifth mountain, paulo coelho -
termasuk yang saya hancurkan adalah hubungan hubungan. burukkah? mungkin. menyesalkah? mungkin. saat ini tidak terpikirkan cara lain. karena yang saya impikan belum tentu diimpikan orang lain. rasanya akan membuat orang lelah mengejar mimpi yang tidak bakal ia ingini. karena saya akan berbuat apapun sejauh yang saya mampu untuk menjadi mimpi saya. satu satunya yang saya mau dan tidak pernah berubah sedari saya sd dulu adalah menjadi seorang komikus. baik secara idealis maupun komersial. mengapa malu menjadi komersial? apa semua yang komersial pasti berkonotasi negatif? saya tidak memandangnya begitu. menjadi komikus itu satu. menjadi apapun yang bisa mendukung yang satu itu dua
… for you will still be here tomorrow, but your dreams may not …
- father and son, cat stevens -
terlalu berharga waktu muda ini untuk hanya bermimpi maka saya pun menjadi. yang saya hancurkan - baik orang melihatnya secara sengaja atapun tidak sengaja, baik orang berpikir itu jahat ataupun tidak jahat - adalah semua yang saya tahu tidak sejalan dengan saya. saya tahu. meskipun mungkin ada masanya mereka bilang saya salah menilai atau terlalu menghakimi. silakan. terdengar angkuhkah? ya, sedikit, buat saya. tapi saya pun mesti dapat melindungi diri dari yang dapat menghancurkan saya meski yang dapat menghancurkan saya itu tidak merasa demikian.
maka, akhirnya, setelah saya timbang timbang, saya memenuhi apa yang saya janjikan pada diri sendiri. saya menghancurkan untuk belajar cara membangun. walaupun yang saya bangun itu adalah sesuatu yang lain. bagaimana dengan yang saya hancurkan? saya tidak tahu. cukup ingin tahu dan tidak bisa dibilang saya tidak peduli tapi tiap tiap orang punya pergulatan dengan tuhannya sendiri. lebih baik saya tidak mencampuri. sekali lagi, saya masih ingin memenuhi apa yang saya janjikan pada diri sendiri.
what you dream, you become.
___________________________________
jangan berhenti bermimpi