.a.jealous.friend.
Tuesday, January 1st, 2008Hi!
It’s been a while and I’ve been busy as usual. But it’s a
new day in the new year so I think I’ll spare my time hah hah.
Saya baru saja selesai ditelepon salah seorang teman lama
dari smu selama hampir 1.5 jam – salah satu teman baik malah, dari yang sangat
sedikit itu :). Setelah ke mana-mana selama beberapa belas menit, barulah kita
mengobrol yang agak-agak serius. Tapi blog ini bukan untuk menampung curhatan
dia sih hehe.
Inti ceritanya, yah, dia menemukan seseorang yang dia
benar-benar suka dan segala kondisinya udah cocok banget – dari keluarga dan
agama, kecuali satu hal (no, i won’t write it here!) – dan berita bagusnya, si
cewe ini suka sama dia juga. Setelah ngomongin itu, saya sempet bilang, lho
tumben baru cerita-cerita. Memang dia sibuk karena dia kan wartawan di Jakarta
Post. Kalau saya kan penulis komik dan designer ngga jelas yang sok sibuk hah
hah.
Anyway, setelah beberapa kalimat basa-basi – sempet
diseling mati HP karena low bat – dia tanya sesuatu yang cukup sangat menusuk,
apa saya merasa kecewa? Saya memutuskan untuk berpura-pura bodoh dan bertanya
kembali, kenapa kecewa? Dia tertawa lalu bilang bahwa dia kenal saya cukup baik
(meskipun dia ke US setelah kuliah dan tidak pernah ketemu saya lagi sampai
tahun ini) dan melanjutkan, kecewa karena dia bukan punya saya seutuhnya lagi. Saya
sempet terdiam untuk beberapa detik dan hampir bilang, amit-amit! Tapi saya
akhirnya senyum-senyum sendiri dan bilang, ya, sedikit kecewa.
Sebenarnya, pertanyaan tersebut hampir-hampir saya tunggu
dan kalau dia tidak menanyakannya tadi, saya pasti membahasnya – mungkni tidak
malam ini tapi pasti di malam lain. Dia bilang, tidak mau kalau asya memendam
perasaan begitu terlalu lama. Saya sangat bersyukur dia begitu kenal dengan
saya karena saya pasti menunda mengatakannya untuk waktu yang lama (taua sampai
lupa) dan kecewa sepanjang waktu.
Terus terang perasaan itu muncul begitu saja begitu dia
bilang dia “menemukan” seseorang. Peraasan yang campur aduk antara cemburu,
egois, kecewa, sedikit sedih, tapi juga lega dan senang yang agak pahit karena
dia berhasil menemukan seseorang. Apa yang dia bilang benar, saya kecewa karena
dia bukan lagi “milik” saya sepenuhnya. Akan ada seseorang yang keberatan kalau
saya makan siang dengan dia terus-menerus, akan ada yang keberatan kalau saya
mengajak dia nonton film tanpa mengajak yang keberatan itu, akan ada yang
keberatan kalau saya melakukan ini dan itu dengan dia. Semua tidak akan sama
lagi. Aneh ya, mungkin terlalu egois.
Di sisi lain, sesungguhnya saya juga tidak “sendiri
lagi”. Sedikit banyak, mungkin dia juga kecewa karena saya bukan “milik” dia
lagi sepenuhnya :). Tapi baru kali ini, rasa itu benar-benar saya rasakan. Saya
punya 1/2 teman dekat perempuan tapi meskipun mereka punya pacar, saya tidak
merasa terlalu “kecewa” heh heh.
Anyway, pertemanan di antara kita berdua (no, i won’t
describe all here!) memang “bersejarah” dan overall, dia teman yang lebih dari
baik. Bagaimanapun, saya hanya ingin yang terbaik buat dia ^_^.
So, i wish you all the best, friend \(“,)/
HAPPY NEW YEAR 2008!
Best wishes to you all!
cheerrsss,